CPanel

PIP2B Sumatera Barat

PIP2B Sumatera Barat

RTH Pasar Ibuh Kota Payakumbuh

Dikutip dari Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Senin, 23/05/2011 

 

 

SISI LAIN PEMBONGKARAN PAGAR PENGHALANG RTH

( Polemik Panjang Itu telah Berakhir )

 

 


Bismillahirrahmanirrahim. Kalimat itu terdengar dari mulut Desra, saudagar muda Payakumbuh, ketika menggambil sebilah linggis untuk membuka kawat berduri yang menghambat jalan menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH) Payakumbuh,  Sabtu (21/5).Sewaktu Desra mulai memainkan linggis, Ketua Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) Payakumbuh Markarios yang berada disampingnya, tiba-tiba menyeletuk. “Hati-hati  Ji. Itu kawat berduri, bukan pita. Kalau pita gampang memutusnya, kalau kawat berduri keras,” kata Markarios.Aktivis Forum Peduli Luhak Limopuluah Yudilfan Habib yang berdiri disamping Markarios dan Ketua SPSI Payakumbuh Basril Abbas ikut menimpali. “Iya,  hati-hati pak haji. Kawat berduri tidak sama dengan pita untuk peresmian. Apalagi ini kawat penghalang RTH, susah membukanya. Kalau tak pandai, bisa luka tangan nanti,” kata Habib penuh makna.Desra yang diingatkan hanya menjawab dengan senyuman. Setelah itu, tangannya dengan sigap mencopot kawat berduri. Beberapa lelaki badagok, sepertinya petugas pasar dan tukang bangunan, mengikuti gerakan Desra.


Seketika, pagar dan kawat berduri yang menghalangi pintu masuk RTH dapat dibongkar kembali. Masyarakat yang ingin bersantai di pinggir Batang Agam, tidak jauh dari Jembatan Ratapan Ibu warisan kolonial Belanda, kini tidak akan terhalang oleh siapapun juga.Persoalan ganti-rugi tanah yang menyebabkan RTH tidak bisa dimanfaatkan,  kini sudah berakhir. Tanah  milik keluarga Murdalis, keponakan Datuk Bijo Kokomo dari suku Melayu, Balai Baru, Nagari Koto Nan Gadang yang terpakai untuk RTH dan kios penampungan sementara, sudah dibeli Desra. Setelah dibeli, tanah yang dipakai untuk pembangunan RTH, diberikan pula secara cuma-cuma buat pemerintah kota. Jadi, tidak akan ada lagi persoalan yang menjadi penghalang. Pemerintah kota tinggal meresmikan RTH yang dibangun dengan dana Rp400 juta bersumber dari APBD Sumbar  2010 (APBN 2010 - Catatan Pengutip)

Read more...
 

RTH Pasar Ibuh Kota Payakumbuh

Dikutip dari Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Senin, 23/05/2011

 

PAGAR PENUTUP RTH PASAR IBUH DIBONGKAR

 

 

Payakumbuh, Padek – Pagar dan kawat berduri yang menutup pintu masuk menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH) Payakumbuh di tepi Batang Agam, dekat Jembatan Ratapan Ibu, akhirnya dibongkar. Pagar yang dipasang keluarga Murdalis, keponakan Datuk Bijo Kokomo dari suku Melayu, Balai Baru, Nagari Koto Nan Gadang, sejak November 2010 itu,  dibongkar Sabtu (21/5).

 

Menariknya, pihak yang membuka pagar bukanlah  keluarga Murdalis. Bukan pula Satpol PP atau petugas penertiban pasar. Melainkan Desra, pengusaha muda yang juga pemilik PT Mitra Utama. Desra membuka pagar bersama Ketua FKPPI Payakumbuh Markarios, Ketua SPSI Basril Abbas, aktivis LSM Peduli Luhak Limopuluah Yudilfan Habib, petugas Trantib Pasar dan karyawan PT Mitra Utama, dengan disaksikan sejumlah  wartawan.

 

”Kita membuka pagar masuk RTH karena tanah kaum Melayu Balai Baru, Koto Nan Gadang yang terpakai untuk RTH dan kios penampungan sementara (seberang jalan pasar Ibuah Timur-red), sudah kita beli. Surat kuasanya juga sudah diserahkan kepada kita,” kata Desra.

Read more...
 

Renungan Jum'at

MUSYAWARAH

 

Kata musyawarah terambil dari akar kata syura – sya, wa, ra – yang pada mulanya bermakna mengeluarkan madu dari sarang lebah. Makna ini kemudian berkembang sehingga mencakup segala sesuatu yang dapat diambil atau dikeluarkan dari yang lain (termasuk pendapat). Musyawarah dapat juga berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu. Kata musyawarah pada dasarnya hanya digunakan untuk hal-hal yang baik, sejalan dengan makna dasarnya.

Madu dihasilkan oleh lebah. Jika demikian, yang bermusyawarah mesti bagaikan lebah: makhluk yang sangat berdisiplin, kerjasamanya mengagumkan, makanannya yang baik-baik, dan hasilnya madu. Madu bukan saja manis, melainkan juga obat untuk banyak penyakit, sekaligus sumber kekuatan. Dimanapun hinggap, lebah tak pernah merusak. Ia tak menggangu kecuali diganggu. Bahkan sengatannyapun dapat menjadi obat.

Seperti itulah makna musyawarah, dan demikian pula sifat yang melakukannya. Tak heran jika Nabi Muhammad SAW menyamakan seorang mukmin dengan lebah.

 

Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 2